0

#SIP Tugas Sistem Informasi Psikologi 3

(3) #SIP Komponen-Komponen Arsitektur Komputer dan Sistem Kognisi manusia.

A. Arsitektur Komputer

Arsitektur komputer merupakan suatu hal yang sangatlah penting karena dapat memberikan berbagai atribut-atribut pada sistem komputer, hal tersebuti tentunya sangat dibutuhkan bagi perancang ataupun user software sistem dalam mengembangkan suatu program.

Pengertian arsitektur komputer adalah dapat dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya.

Dalam bidang teknik komputer, definisi arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan juga struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer atau ilmu yang bertujuan untuk perancangan sistem komputer.

Arsitektur von Neumann (atau Mesin Von Neumann) adalah arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann [1903 – 1957]. Arsitektur ini digunakan oleh hampir pada semua komputer pada saat ini. Arsitektur Von Neumann ini menggambarkan komputer dengan 4 (empat) bagian utama, yaitu: Unit Aritmatika & Logis (ALU), unit kontrol, memori, & alat masukan & hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian tersebut dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”.

3 sub-kategori arsitektur komputer

Arsitektur komputer ini mengandung 3 (tiga) sub-kategori, diantaranya meliputi:

  • Set intruksi (ISA).
  • Arsitektur mikro dari ISA, dan juga
  • Sistem desain dari semua atau seluruh komponen dalam perangkat keras (hardware) komputer ini.

3 sub-kategori arsitektur komputer

Arsitektur komputer ini mengandung 3 (tiga) sub-kategori, diantaranya meliputi:

  • Set intruksi (ISA).
  • Arsitektur mikro dari ISA, dan juga
  • Sistem desain dari semua atau seluruh komponen dalam perangkat keras (hardware) komputer ini.

Arsitektur Komputer yaitu desain komputer yang meliputi:

  • Set instruksi.
  • Komponen hardware (perangkat keras).
  • Organisasi atau susunan sistemnya.

pengertian komputer

Bentuk komputer PC

2 bagian utama arsitektur komputer

Terdapat 2 (dua) bagian pokok arsitektur komputer:

  • Instructure Set Architecture, adalah spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin berinteraksi dengan komputer.
  • Hardware System Architacture yaitu subsistem hardware (perangkat keras) dasar yaitu CPU, Memori, serta OS.

Inilah cara melakukan perubahan pada arsitektur komputer

Cara-cara untuk melakukan perubahan pada arsitektur, yaitu seperti:

  • Membangun array prosesor.
  • Menerapkan proses pipelining.
  • Membangun komputer multiprosesor.
  • Membangun komputer dengan arsitektur yang lain.

Berikut ini mengukur kualitas dari arsitektur komputer

Terdapat beberapa atribut yang dipakai untuk mengukur kualitas komputer, diantaranya :

  • Generalitas.
  • Applicability (Daya Terap).
  • Efesiensi.
  • Kemudahan Penggunaan atau pemakaian.
  • Daya Tempa (Maleability).
  • Dan daya Kembang (Expandibility).

Dan inilah faktor  yang berpengaruh pada keberhasilan Arsitektur Komputer

Terdapat faator-faktor yang dapat berpengaruh pada keberhasilan arsitektur komputer, 3 (tiga) diantaranya adalah:

1. Yang pertama manfaat Arsitektural diantaranya yaitu:

  • Aplicability.
  • Maleability.
  • Expandibility.
  • Comptible.

2. Kinerja Sistem.

Yaitu untuk mengukur kinerja dari sistem, ada serangkaian program yang standard yang dijalankan yang dapat di sebut Benchmark pada komputer yang akan diuji ukuran kinerja CPU:

  • MIPS (Million Instruction PerSecond)
  • MFLOP (Million Floating Point PerSecond)
  • VUP (VAX Unit of Performance)

Ukuran Kinerja I/O sistem:

  • Sistem Operasi Bandwith
  • Operasi I/O Perdetik

Ukuran Kinerja Memori:

  • Memoy Bandwith.
  • Waktu Akses Memori.
  • Ukuran Memori.

3. Biaya Sistem, Biaya dapat diukur dalam banyak cara diantaranya, yaitu :

  • Reliabilitas.
  • Kemudahan Perbaikan.
  • Konsumsi daya.
  • Berat.
  • Kekebalan.
  • Interface Sistem Software.

B. Struktur Kognisi Manusia

Kognisi adalah suatu proses mental dalam memecahkan sebuah permasalahan dan berfikir kreatif. selain itu struktur kognitif juga dapat disebut keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian alam. Dapat dikatakan bahwa setiap kejadian atau hal dilakukan manusia dalam keseharian menggunakan proses kognisi.

Human Information Processing

info => panca indera => diolah => disimpan => dipanggil

Cara berfikir manusia juga seperti proses kerja komputer, yang terdiri dari :

Tahap 1 : memasukkan informasi (input).

Tahap 2 : pemprosesan informasi (storage)

Tahap 3 : pengeluaran informasi yang telah diolah (output) => berupa ide/perilaku

Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu:
1. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
2. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
3. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.

6 Tingkatan Kemampuan Kognisi Manusia menurut Bloom :

  1. Tingkat pengetahuan (knowledge level), berisi kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, dll.
  2. Tingkat pemahaman (comprehension level), dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb.
  3. Tingkat aplikasi (application level), di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dll di dalam kondisi kerja.
  4. Tingkat analisis (analythical level), seseorang akan mampu menganalisa informasi yang yang masuk dan menbagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari skenario yang rumit.
  5. Tingkat sintesa (synthesis level), mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.
  6. Tingkat evaluasi (evaluation level), kemampuan untuk memberi penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai evektivitas atau manfaatnya.

Aspek kognitif

  1. Kematangan : semakin bertambahnya usia, maka semakin bijaksana seseorang.
  2. Pengalaman : hasil interaksi dengan orang lain.
  3. Transmisi sosial : hubungan sosial dan komunikasi yang sesuai dengan lingkungan.
  4.  Equilibrasi : perpaduan dari pengalaman dan proses transmisi sosial.

Ada 2 sistem yang mengatur kognitif :

  1. Skema : antar sistem yang terpadu dan tergabung
  2. Adaptasi, terdiri dari :
  • Asimilasi : terjadi pada objek yang meliputi biologis dan kognitif
  • Akomodasi : terjadi pada subjek

C. Kesimpulan

Hubungan arsitektur komputer dengan struktur kognisi manusia yaitu adanya kesamaan proses mulai dari input hingga output pada sistem kognisis manusia dengan komputer.

Dalam struktur kognisi terdapat hubungan antara proses mental yang terjadi dalam memecahkan masalah atau berfikir kreatif yang dilakukan berdasarkan landasan dari pengetahuan sebelumnya serta pengalaman yang ditafsirkan oleh sistem syaraf. Dan arsitektur komputer adalah ilmu, seni, dan cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras dalam konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari sebuah sistem komputer untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja serta target, dimana hal tersebut dilakukan oleh  seorang programer.

Daftar Pustaka:

Anonim. (2012). Analisis perbedaan struktur kognisihttp://irmarahmalita.blogspot.com/2012/06/analisis-perbedaan-struktur-kognisi.html. di akses 12 Oktober 2015

Anonim. (2013). Pengertian lengkap organisasi dan arsitektur komputer. http://tetap-belajar.blogspot.com/2013/07/pengertian-lengkap-                     organisasi-dan.html. di akses 12 Oktober 2015

Anonim. (2013). Arsitektur komputerhttp://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer. di akses 12 Oktober 2015

Solso, M. (2008). Psikologi kognitif. Jakarta : Erlangga

Suryani, A. I. (2012). Hubungan arsitektur komputer dan kognisi manusia. http://adeirmasuryani.wordpress.com/2012/10/07/hubungan-                     arsitektur-komputer-dan-kognisi-manusia/ di akses 12 Oktober 2015

0

#SIP Tugas Sistem Informasi Psikologi 2

(2) #SIP Definisi dan Komponen Informasi dan Sistem Informasi

Secara Etimologi, Kata informasi ini berasal dari kata bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) mengambil istilah dari bahasa Latin yaitu informationem yang berarti “konsep, ide atau garis besar,”. Informasi ini merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas Aktifitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”,

Informasi bisa menjadi fungsi penting  dalam membantu mengurangi rasa cemas pada seseorang. Menurut pendapat Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak memiliki informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan terhadap seseorang dan dengan pengetahuan tersebut bisa menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang itu akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Definisi Informasi
Dalam KBBI Informasi /in•for•ma•si/ Berarti
1 penerangan;
2 pemberitahuan; kabar atau berita tt sesuatu;
3 Ling keseluruhan makna yg menunjang amanat yg terlihat dl bagian-bagian amanat itu;
Dari wikipedia, Informasi merupakan pesan atau kumpulan pesan (ekspresi atau ucapan) yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan, hal ini merupakan tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang.
Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, Persepsi, kebenaran, representasi, negentropy, Stimulus, komunikasi, , dan rangsangan mental.

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

  1. Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
  2. Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
  3. Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
  4. George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
  5. Jogianto (2004:8) dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, berpendapat bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya

Pengertian Informasi

Berdasarkan Pengertian informasi menurut para ahli yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan fakta-fakta yang telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari belajar, pengalaman atau instruksi. Namun, istilah ini masih memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya. Dalam beberapa pengetahuan tentang suatu peristiwa tertentu yang telah dikumpulkan ataupun dari sebuah berita dapat juga dikatakan sebagai informasi. Lain halnya dalam ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Para ahli meneliti konsep informasi tersebut sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman maupun instruksi.

Dalam suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti:

  • Perangkat keras (hardware): mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
  • Perangkat lunak (software) atau program: sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
  • Prosedur: sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehedaki.
  • Orang: semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem infor­masi.
  • Basis data (database): sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
  • Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sesumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai

Perangkat keras (hardware)

Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam memproses informasi, misalnya komputer dan periferalnya, lembar kertas, disk magnetic atau optik dan flash disk (Mulyanto, 2009).

Setelah membandingkan antara pengertian hardware secara umum dengan pengertian hardware menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat mekakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah.

Secara fisik, Komputer terdiri dari beberapa komponen yang merupakan suatu sistem. Sistem adalah komponen-komponen yang saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi, akan mengakibatkan tidak berfungsinya proses-proses yang ada di komputer dengan baik. Komponen komputer ini termasuk ke dalam kategori elemen perangkat keras (hardware).

Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi :

Input Device (Unit Masukan)
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan

  • Keyboard
  • Mouse
  • Touchpad
  • Light Pen
  • Joystick

Process Device (Unit Pemrosesan)

Otak sebuah komputer berada pada unit pemrosesan (Process Device). Unit pemrosesan ini dinamakan CPU (Central Processing Unit). Fungsi CPU adalah sebagai pemroses dan pengolah data yang selanjutnya dapat menghasilkan suatu informasi yang diperlukan. Pada komputer mikro unit pemrosesan ini disebut dengan micro-processor (pemroses mikro) atau processor yang berbentuk chip yang terdiri dari ribuan sampai jutaan IC.

  • Power Supply (PSU)
  • Random Access Memory (RAM)
  • Kartu Grafis (VGA)
  • Prosesor
  • Motherboard

Output Device (Unit Keluaran)

Output device merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Hasil pemrosesan tersebut dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol, khusus), image (dalam bentik grafis atau gambar), suara, dan bentuk lainnya yang dapat dibaca oleh mesin (manchine-readable from). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terkahir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer

  • Monitor
  • Printer
  • Speaker

Backing Storage (Unit Penyimpanan)

Storage atau biasa juga disebut memory adalah suatu tempat penyimpanan atau penampung data dan program. Dapat juga dikatakan sebagai Electronic Filing Cabinet pada sistem komputer. Penyimpanan cadangan merupakan penyimapanan semua informasi non aktif didalam komputer. Ada dua jenis utama alat penyimpanan cadangan yaitu: Serial Accsess, Contohnya tape drive, dan Direct Access, Contoh disk magnetis, yaitu harddisk, floppy disk (diskette) yang ini sudah jarang sekali dipakai saat ini, CD/DVD ROM,

  • Tape Drive,
  • Magnetic Tape.
  • Harddisk (HDD)

Periferal (Unit Tambahan)

Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing

  • Modem
  • Sound Card (Kartu Suara)
  • Optical Disc Drive
  • Uninterruptable Power Supply (UPS)

Perangkat keras (Hardware)

Sumber daya hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam memproses informasi, misalnya komputer dan periferalnya, lembar kertas, disk magnetic atau optik dan flash disk (Mulyanto, 2009).

Setelah membandingkan antara pengertian hardware secara umum dengan pengertian hardware menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa hardware dapat bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan ada padanya, atau yang juga disebut dengan istilah instruction set. Dengan adanya perintah yang dapat dimengerti oleh hardware tersebut, maka hardware tersebut dapat mekakukan berbagai kegiatan yang telah ditentukan oleh pemberi perintah.

Secara fisik, Komputer terdiri dari beberapa komponen yang merupakan suatu sistem. Sistem adalah komponen-komponen yang saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi, akan mengakibatkan tidak berfungsinya proses-proses yang ada di komputer dengan baik. Komponen komputer ini termasuk ke dalam kategori elemen perangkat keras (hardware).

Berdasarkan fungsinya, perangkat keras komputer dibagi menjadi :

Input Device (Unit Masukan)
Unit ini berfungsi sebagai media untuk memasukan data dari luar ke dalam suatu memori dan processor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan

  • Keyboard
  • Mouse
  • Touchpad
  • Light Pen
  • Joystick

Process Device (Unit Pemrosesan)

Otak sebuah komputer berada pada unit pemrosesan (Process Device). Unit pemrosesan ini dinamakan CPU (Central Processing Unit). Fungsi CPU adalah sebagai pemroses dan pengolah data yang selanjutnya dapat menghasilkan suatu informasi yang diperlukan. Pada komputer mikro unit pemrosesan ini disebut dengan micro-processor (pemroses mikro) atau processor yang berbentuk chip yang terdiri dari ribuan sampai jutaan IC.

  • Power Supply (PSU)
  • Random Access Memory (RAM)
  • Kartu Grafis (VGA)
  • Prosesor
  • Motherboard

Output Device (Unit Keluaran)

Output device merupakan peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data hasil proses. Hasil pemrosesan tersebut dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol, khusus), image (dalam bentik grafis atau gambar), suara, dan bentuk lainnya yang dapat dibaca oleh mesin (manchine-readable from). Tiga golongan pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan golongan terkahir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer

  • Monitor
  • Printer
  • Speaker

Backing Storage (Unit Penyimpanan)

Storage atau biasa juga disebut memory adalah suatu tempat penyimpanan atau penampung data dan program. Dapat juga dikatakan sebagai Electronic Filing Cabinet pada sistem komputer. Penyimpanan cadangan merupakan penyimapanan semua informasi non aktif didalam komputer. Ada dua jenis utama alat penyimpanan cadangan yaitu: Serial Accsess, Contohnya tape drive, dan Direct Access, Contoh disk magnetis, yaitu harddisk, floppy disk (diskette) yang ini sudah jarang sekali dipakai saat ini, CD/DVD ROM,

  • Tape Drive,
  • Magnetic Tape.
  • Harddisk (HDD)

Periferal (Unit Tambahan)

Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing

  • Modem
  • Sound Card (Kartu Suara)
  • Optical Disc Drive
  • Uninterruptable Power Supply (UPS)

Daftar Pustaka:

kosasih, E. (2015). Definis dan pengertian informasi menurut para ahli http://www.definisi-pengertian.com/2015/03/definisi-dan-pengertian-informasi.html di akses 12 Oktober 2015

Fairuz (2015) Kompenen sistem informasi. https://fairuzelsaid.wordpress.com/2014/10/13/komponen-sistem-informasi/ di akses 12 Oktober 2015

0

#SIP Tugas Sistem Informasi Psikologi 1

(1) #SIP Etika Menulis Tulisan Online

Di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih,penyebaran informasi serta akses telekomunikasi semakin cepat dan mudah. Tidak dapat dipungkiri haltersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat, baik ituberdampak positif maupun negatif. Dampaknya pun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja,namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun yang bukan terpelajar.

Secara Etimologi, Etika berasal dari bahasa Yunani : ETHOS yang artinya WATAK. Sedangkan MORAL berasal dari kata MOS (bentuk tunggal) atau MORES (jamak) yang artinya KEBIASAAN. Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S, etika sebagai ilmu sendiri sebenarnya menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu :

1. Etika Deskriptif
Cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.
2. Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar/tidak. Terbagi 2, yaitu Umum dan Khusus.
Umum: menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? Dll.
Khusus: upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia.

12 Butir Kesepakatan Etika Menulis Blog:

1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.

2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.

3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.

4. Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.

5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.

6. Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.

7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.

8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.

9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.

10. Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.

11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.

12.Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.

Tips jurnalistik & etika menulis di media online: jangan gunakan huruf judul SEMUA KAPITAL (ALL CAPS). 

BANYAK blogger pemula, juga beberapa media online, menggunakan huruf kapital di judul postingnya.Entah apa maksudnya, yang jelas “mereka” mungkin belum membaca “aturan main” menulis di media online dan “etika internet” (netiket).Untuk sementara, saya tulis posting soal aturan SEMUA KAPITAL (ALL CAPS) ini secara gak sistematis. Masih berupa “draft”, nanti aja dirapiinnya, ngantuk euy! Publish aja dulu deh…Intinya sih, jangan gunakan huruf kapital semua untuk judul posting/judul berita di media online/blog. Jangan pula All Caps dipakai di “news body”.Misalnya: SITI NURHALIZA RINDU INDONESIA Sebaiknya: Siti Nurhaliza Rindu Indonesia. Bahkan, huruf kapital sebaiknya digunakan di awal kalimat saja, kecuali untuk menulis nama atau istilah.

Maka, sekali lagi,  Jangan Gunakan Huruf Judul SEMUA KAPITAL! Hindari ALL CAPS!
ALASAN HINDARI ALL CAPS
1. Sulit Dibaca. Tidak User Friendly.
Text in All Caps is Hard for Users to Read
2. ‘Gak Sopan! Dalam etika penulisan, khususnya online, All Caps = Teriak. All Caps means SHOUTING!
ALL CAPS bermakna TERIAK…!!!!!
3. Etika Internet (Netiket) juga menyebutkan, salah satunya: “Don’t use All Caps“.
Wikipedia juga larang ALL CAPS:

http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Please_don%27t_shout

Etika Menulis Email juga dilarang All Caps:
Email Etiquette Tip – DON’T SHOUT!
http://www.hoax-slayer.com/do-not-use-all-capitals.html

Berikut ini daftar referensi lain yang bisa dikaji untuk memahami per-All Caps-an ini:
Rule Number 2: Do not use All Caps
Alasan Utama:
Three Reasons to Avoid Using “ALL CAPS” in Website Copy

Please don’t type in all caps

LAINNYA

Daftar Pustaka:

Prihadi (2011) Membudayakan etika dalam menulis blog. http://techno.okezone.com/read/2011/06/25/327/472653/membudayakan-etika-dalam-menulis-blog
3. Metaetika  di akses 12 Oktober 2015

http://www.academia.edu/9523709/ETIKA_MENGGUNAKAN_JEJARING_SOSIAL di akses 12 Oktober 2015

Horrison (2011) Butir etika menulis blog. http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2011/06/30/150392/12-butir-etika-menulis-blog di akses 12 Oktober 2015

http://www.romelteamedia.com/2015/02/tips-menulis-online-jangan-gunakan-huruf-kapital.html di akses 12 Oktober 2015

0

(Softskill) Psikologi Managemen – Mencari Artikel berhubungan dengan perencanaan, penetapan dan pengorganisasian dalam struktur manajemen (2)

Print Screen Artikel :

i b j c k m d f g n

1. Pengertian Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang di pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi suatu ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium, serta penetapan tugas dan wewenang seseorang pendelegasian wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.

2. Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja danmenunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur organisasi terdiri atas unsur  spesialisasi kerja,standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.

3. Pengorganisasian sebagai Salah satu Fungsi Manajemen

Setelah kita telah mempelajari perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen, tentunya kita harus mempelajari fungsi manajemen lainnya. Salah satu fungsi manajemen adalah mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi,baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu tujuan.pentingnya pengorganisasian sebagai fungsi yang dijalankan oleh setiap manajer atau orang-orang yang menjalankan manajemendalam setiap organisasi.Fungsi manajemen lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula pentingnya dengan fungsi perencanaan karena dalam pengorganisasian seluruh sumber (resources) baik berupa manusia maupun yang nonmanusia harus diatur dan paduakan sedemikian rupa untuk berjalannnya suatu organisasi dalam rangkai pencapaian tujuannya. Pemahaman tentang pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen,akan memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan selesai,tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut,agar secara terus-menerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

0

(Softskill) Psikologi Managemen – Ilustrasi kasus me-Manage Perusahaan (1)

NAMA    : INTAN AYUDA UTAMI

NPM      : 13512742

KELAS   : 3PA07

“ILUSTRASI KASUS ME-MANAGE PERUSAHAAN”

A. Pengertian Perusahaan

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

B. Jenis- jenis perusahaan

Jenis perusahaan berdasarkan lapangan usaha:

  • Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengambilan kekayaan alam
  • Perusahaan agraris adalah perusahaan yang bekerja dengan cara mengolah lahan/ladang
  • Perusahaan industri adalah perusahaan yang menghasilkan barang mentah dan setengah jadi menjadi barang jadi atau meningkatkan nilai gunanya
  • Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang bergerak dalam hal perdagangan
  • Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa

Jenis perusahaan berdasarkan kepemilikan:

  • Perusahaan negara adalah perusahaan yang didirikan dan dimodali oleh negara
  • Perusahaan koperasi adalah perusahaan yang didirikan dan dimodali oleh anggotanya
  • Perusahaan swasta adalah perusahaan yang didirikan dan dimodali oleh sekelompok orang dari luar perusahaan

C. Ilustrasi kasus me-Manage Perusahaan ” Ilustrasi usaha Butik”

Ada beberapa perusahaan yang saya ingin buat dan dijalankan, salah satunya saya ingin mempunyai perusahaan bersama dengan sahabat saya yaitu berbisnis butik pakaian wanita beserta cafe nuansa alam dan photography , jika customers lelah berbelanja customers tersebut bisa menikmati sajian makanan dan minuman sambil hangout ceria dan berfoto bersama keluarga, kekasih bahkan kerabat dan sanak saudara terdekat. Hal ini difaktorkan karena saya dan sahabat saya menyukai belanja dan wisata kuliner dari beberapa tempat ke tempat lainnya, dan juga salah satu sahabat menyukai photgraphy, ide tersebut kami tuangkan karena kami tidak ingin menghamburkan uang namun hasilnya sementara aja.

Modal awal kami membangun berbisnis butik dengan kami mengumpulkan uang pinjaman ke bank swasta sebagai modal untuk membeli bahan atau pakaian yang lagi nge tren pada saat ini dan salah satu dari sahabat kami rumahnya ada yang tidak dipakai dan kami pun menyewa tempat tersebut untuk dijadikan usaha saya dan selanjutnya saya dan beberapa sahabat mengumpulkan uang dari saku kami dan kami setorkan sebagai buku tabungan untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan. Semua itu butuh proses yang panjang, dengan niat bekerja keras dan saling support satu sama lain.

Selain itu untuk penjualan kami menggunakan jasa media sosial seperti media olshop, media grup bbm, media facebook, media twitter hingga media fanpage khusus halaman olshop (Online shop ) yang kami jual. Pertama – tama untuk lebih tahu tentang penjualan kami kami membeli pakaian untuk dijadikan promosi awal kami dan kami memotretnya sendiri dengan kamera dan kami pun menjual dengan ada uang ada barang di salah satu media seperti instagram, atau menawarkan di lingkungan perumahan dari rumah ke rumah dan juga menawarkan ke teman teman yang ingin menjadi reseller atau karyawan baru agar usaha kami diketahui banyak orang terutama kaum hawa. untuk cafe sendiri bergaya nuansa alam namun ada sisi feminimnya juga, lebih terbuka dengan alam. untuk makanan yang dihidangkan lebih ke indonesia food terasa tradisionalnya dan ada makanan penutupnya. disamping itu untuk berselfie-ria kami ada tempat khusus sendiri untuk berfoto – foto dengan orang terdekat anda.

0

Psikologi Forensik

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Ketika kita mendengar kata “hukum,” apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita? Jarang sekali kita langsung membayangkan suatu perangkat yang terdiri dari benda, manusia dan lembaga. Tetapi karena kita terbiasa mengalami hal-hal yang berkaitan dengan hukum, maka kita kadang mengidentifikasikan atau mengartikan hukum sebagai polisi, penjara, pengadilan, atau hal-hal lain semacamnya. Bahkan seringkali perasaan yang timbul diiringi rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Itu sebabnya banyak diantara kita yang sama sekali enggan berurusan dengan hal-hal yang menyangkut hukum. Perasaan-perasaan seperti itu sangat wajar, kalau saja kita belum memahami sepenuhnya apa yang dimaksud dengan hukum itu sendiri.

Pada hakekatnya hukum merupakan produk dari perkembangan masyarakat, di mana ketidak – teraturan dan kesewenang – wenangan juga kepentingan-kepentingan dari sekelompok masyarakat tertentu membutuhkan dan menghasilkan proses terciptanya serangkaian ketentuan-ketentuan dan kesepakatan-kesepakatan. Ketentuan – ketentuan yang disepakati itu kemudian dalam perkembangannya dikenal sebagai “hukum.” Sehingga pada sebuah tubuh yang namanya hukum, dia mempunyai dua muka atau sisi: sisi keadilan dan sisi kepentingan.

Permasalahan hukum di Indonesia pun memang tidak sedikit jumlahnya, namun hukum di Indonesia sering tidak melibatkan seorang ahli psikologi dalam membantu proses hukum. Beberapa orang menyebutkan beberapa kasus kriminal yang perlu peran seorang ahli psikologi, dalam hal ini Psikolog Forensik. Kasus seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan menurut saya hampir semua kasus hukum, selama itu melibatkan manusia sebagai tokoh, Psikolog Forensik harus ikut andil dalam proses hukum, mulai dari pra persidangan sampai pasca pemberian hukuman.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini

1. Apa itu psikologi forensik ?

2. Bagaimana sejarah psikologi forensik

3. Mengapa psikologi forensik jarang berperan dalam kasus kriminal ?

4. Apa peran psikologi forensik dalam hukum ?

5. Apakah psikolog forensik bisa menyelesaikan masalah kriminal ?

C.  Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini diharapkan kita semua dapat :

1.  Menjelaskan secara rinci apa itu psikologi forensik

2.  Menambah wawasan tentang materi psikologi forensik
3.  Mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan psikologi forensik
4.  Menyelesaikan tugas makalah psikologi sosial

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Psikologi Forensik

Psikologi forensik adalah penelitian dan teori psikologi yang berkaitan dengan efek-efek dari faktor kognitif, afektif, dan perilaku terhadap proses hukum. Beberapa akibat dari kekhilafan manusia yang mempengaruhi berbagai aspek dalam bidang hukum adalah penilaian yang bias, ketergantungan pada stereotip, ingatan yang keliru, dan keputusan yang salah atau tidak adil. Karena adanya keterkaitan antara psikologi dan hukum, para psikolog sering diminta bantuannya sebagai saksi ahli dan konsultan ruang sidang. Aspek penting dari psikologi forensik adalah kemampuannya untuk mengetes dipengadilan, reformulasi penemuan psikologi ke dalam bahasa legal dalam pengadilan, dan menyediakan informasi kepada personel legal sehingga dapat dimengerti. Maka dari itu, ahli psikologi forensik harus dapat menerjemahkan informasi psikologis ke dalam kerangka legal.

Menurut Nietzel (1998) Psikolog Klinis dapat memainkan berbagai peran dalam system legal,antara lain meliputi bidang :

Law Enforcement Psychology : mengadakan riset tentang aktivitas lembaga hukum dan memberikan pelayanan klinis langsung dalam mendukung aktivitas lembaga tersebut. Ex : melakukan fit & proper test pada polisi yang dianggap tidak memenuhi kualifikasi, menawarkan intervensi krisis pada petugas kepolisian, memberikan konsultasi pada polisi tentang individu yang terjerat kriminalitas, membantu menginterview saksi dalam kasus criminal.

The Psychology of litigation : menitikberatkan pada efek-efek dari berbagai prosedur legal, biasanya yang digunakan pada pemeriksaan sipil dan criminal. Ex : menawarkan saran pada pengacara tentang seleksi juri, mempelajari factor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan dan putusan juri, menganalisa efek-efek khusus dari pemeriksaan mulai dari kalimat pembuka, cross-examination of witnesses dan kalimat penutup.

Correctional Psychology : memusatkan perhatian pada layanan psikologis terhadap individu yang ditahan sebelum dinyatakan sebagai narapidana suatu tindak criminal. Sebagian besar psikolog koreksional bekerja di penjara dan pusat rehabilitasi remaja, tetapi ada juga yang membuka lembaga percobaan atau mengambil bagian dalam masyarakat khusus yang berbasis program koreksional. aplikasi ilmu kesehatan mental dan keahlian dalam mempertanyakan individu yang terlibat dalam prosedur legal. Pertanyaan-pertanyaannya meliputi :

1.    Apakah individu mengalami sakit mental sepenuhnya dan secara potensial berbahaya untuk dirumah sakitkan ?

2.    Apakah seseorang yang dituduh melakukan tindak kriminal secara mental cukup kompeten untuk menjalani pemeriksaan?

3.    Apakah suatu hasil kecelakaan atau trauma menyebabkan luka psikologis bagi seseorang, dan seberapa seriuskah ?

4.    Apakah seseorang memiliki kapasitas mental yang adekuat dalam memahami keinginan/kehendaknya ? dll.

Psikolog Forensik menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengaplikasikan hasil riset empiris dan keterampilan serta tehnik-tehnik dalam profesinya. Kemudian menawarkan pendapat-pendapat mereka selama kesaksian dalam pemeriksaan/persidangan sipil atau kriminal atau prosedur legal yang lain.

B.    Sejarah Psikologi Forensik

Pada tahun 1901, William Stern melaporkan bahwa dia sedang meneliti ketepatan ingatan orang — suatu rintisan awal dalam penelitian yang banyak dilakukan pada masa kini tentang ketepatan kesaksian seorang saksi. Dalam ceramahnya kepada sejumlah hakim Austria pada tahun 1906, Freud mengatakan bahwa psikologi dapat diaplikasikan pada hukum. Kemudian John Watsonjuga mengemukakan bahwa psikologi dan hukum memiliki kesamaan kepentingan.

Pada tahun 1908, Hugo von Munsterberg menerbitkan bukunya tentang the Witness Stand.Dia mengeluhkan bahwa tidak ada orang yang lebih resisten daripada insan hukum terhadap gagasan bahwa psikolog dapat berperan dalam pengadilan. Dia menuduh bahwa pengacara, hakim, dan bahkan juga anggota juri tampaknya berpendapat bahwa yang mereka butuhkan agar dapat berfungsi dengan baik hanyalah common sense.

Prof. John Wigmore (1909), seorang profesor hukum terkemuka di Northwestern University, memandang dakwaan Munsterberg itu sebagai arogansi. Untuk menanggapi dakwaan tersebut, Wigmore menulis sebuah fiksi karikatur yang menggambarkan pengadilan terhadap Munsterberg. Munsterberg dituntut karena telah menyebarkan fitnah, dituduh telah membesar-besarkan peranan yang dapat ditawarkan oleh seorang psikolog, mengabaikan pertentangan pendapat yang terjadi di kalangan para psikolog sendiri, dan tidak dapat memahami perbedaan antara hasil laboratorium dan realita persyaratan hukum. Tentu saja “pengadilan” itu menempatkan Munsterberg pada posisi yang kalah dan harus membayar denda.

Serangan Wigmore ini demikian pintar dan menghancurkan sehingga baru 25 tahun kemudian psikolog dipandang tepat lagi untuk berperan sebagai seorang saksi ahli. Akan tetapi, tidak lama menjelang kematiannya sekitar 30 tahun kemudian, Wigmore memperlunak kritiknya. Dia menyatakan bahwa pengadilan seyogyanya siap menggunakan setiap cara yang oleh para psikolog sendiri disepakati sebagai cara yang sehat, akurat, dan praktis.

Namun demikian, pengaruh langsung psikologi relatif kecil terhadap hukum hingga tahun 1954. Pada tahun tersebut Kejaksaan Agung akhirnya memberi perhatian pada ilmu-ilmu sosial dalam kasus dissegregasi Brown v. Board of Education. Kemudian, pada tahun 1962 Hakim Bazelon, yang menulis tentang the U.S. Court of Appeals untuk the District of Columhia Circuit, untuk pertama kalinya menyatakan bahwa psikolog yang berkualifikasi dapat memberikan kesaksian di pengadilan sebagai saksi ahli dalam bidang gangguan mental.

Kini, psikolog selalu dilibatkan sebagai saksi ahli dalam hampir semua bidang hukum termasuk kriminal, perdata, keluarga, dan hukum tatausaha. Di samping itu, mereka juga berperan sebagai konsultan bagi berbagai lembaga dan individu dalam sistem hukum. Kini psikologi forensik telah tiba pada suatu titik di mana terdapat spesialis dalam bidang penelitian psikolegal, program pelatihan interdisiplin sudah menjadi sesuatu yang lazim, dan berbagai buku dan jurnal dalam bidang keahlian ini sudah banyak diterbitkan.

C. Psikologi forensik menurut para ahli

a). Suprapti & Sumarmo Markam (2003).

Psikologi Forensik adalah interface dari Psikologi dan Hukum, dan merupakan aplikasi

pengetahuan psikologi khususnya psikologi klinis, pada masalah-masalah yang dihadapi jaksa,

polisi dll untuk penyelesaian masalah yang berhubungan dengan keadaan sipil, criminal dan

administrative (civil, criminal, administrative justice)

b). APA (Heilbrun dalam Cronin, 2007)ü

Psikologi Forensik didefinisikan sebagai praktek professional dari psikolog dalam bidang

psikologi klinis, psikologi konseling, neuropsikologi, dan psikologi sekolah, dimana mereka

berperan dan merepresentasikan diri secara rutin sebagai ahli, dalam aktivitas utama yang

bertujuan untuk memberikan keahlian psikologis professional pada system peradilan.

D.     Ruang Lingkup Psikologi Forensik

Ada 5 (lima) bidang yang sering ditawarkan Nietzel & Bernstein (1998) :

1. Kompetensi untuk menjalani pemeriksaan/persidangan dan tanggung jawab criminal (Criminal responsibility).

2. Kerusakan psikologis dalam pemeriksaan sipil

3. Kompetensi sipil

4. Otopsi psikologi dan Criminal Profilling

5. Child Custody (hak asuh anak) dan Parental Fitness (kelayakan sebagai orangtua)

Bidang yang dinamakan psikologi forensic mencakup peran psikolog Phares (dalam Markam, 2003) dalam menentukan beberapa hal penting yaitu :

1.    Psikolog dapat menjadi saksi ahli. Ada perbedaan antara saksi ahli dan saksi biasa. Saksi ahli harus mempunyai kualifikasi (Clinical Expertise), meliputi pendidikan, lisensi, pengalaman, kedudukan, penelitian, publikasi, pengetahuan, aplikasi, aplikasi prinsip-prinsip ilmiah serta penggunaan alat tes khusus.

2.    Psikolog dapat menjadi penilai dalam kasus-kasus criminal, misalnya menentukan waras/tidaknya (sane/insane) pelaku criminal, bukan dalam arti psikologis, namun dalam arti legal/hokum.

3.    Psikolog dapat menjadi penilai bagi kasus-kasus madani/sipil. Termasuk didalamnya menentukan layak tidaknya seseorang masuk RSJ, kekerasan dalam keluarga dll.

4.    Psikolog dapat juga memperjuangkan hak untuk memberi/menolak pengobatan bagi seseorang.

5.    Psikolog diharapkan dapat memprediksi bahaya yang mungkin berkaitan dengan seseorang. Misalnya : dampak baik/buruk mempersenjatai seseorang. Psikolog diharapkan tahu tentang motivasi, kebiasaan dan daya kendali seseorang.

6.    Psikolog diharapkan dapat memberikan treatmen sesuai dengan kebutuhan.

7.    Psikolog diharapkan dapat menjalankan fungsi sebagai konsultan dan melakukan penelitian di bidang psikologi forensic.

Peranan psikologi forensik adalah sebagai:

  1. Ahli judisial yang menelaah variabel variabel yang berperan dalam tindak kejahatan
  2. Evaluasi mental korban kecelakaan kerja
  3. Edukasi kepada penuntut dan pembela hukum tentang aspek aspek psikologis penganiayaan seksual pada anak
  4. Dll

Fungsi utama dalam setting hukum adalah membantu para administrator, hakim, anggota juri dan pengacara dalam mengambil keputusan hukum yang lebih didasari informasi yang cukup.

Masalah – masalah yang dieksplorasi:

1. Kajian psikologis tentang kriminal (psichology of criminal conduct, psychology of criminal behavior, criminal psychology) 

2. Forensic clinical psychology and correctional psychologicy -> konsentrasi pada assesment dan penanganan / rehabilitasi perilaku yang tidak diinginkan secara sosial 

3. Police psychology, investigative psychology, behavioral science -> mempelajari metode – metode yang digunakan lembaga kepolisian 

4. Psychology and law -> fokus pada proses persidangan hukum, sikap serta keyakinan keyakinan para partisipan

Cakupan area bidang kerja psikologi forensik adalah:

  1. Assesmen kompetensi mental
  2. Assesmen keadaan mental pada saat kejadian
  3. Evaluasi hak asuh anak
  4. Asesmen terhadap cedera atau disabilitas mental

Psikologi Forensik preventif:

  1. Rekomendasi penetapan hukuman
  2. kekerasan di sekolah
  3. kekerasan di tempat kerja
  4. penganiayaan seksual anak
  5. Terorisme
  6. tindak kejahatan

E.  Pelaku psikologi forensik

Ilmuwan psikologi forensik. Tugasnya melakukan kajian/ penelitian yang terkait dengan aspek-aspek perilaku manusia dalam proses hukum. Pada dasarnya hampir semua penelitian dalam bidang psikologi itu relevan dengan beberapa isu forensik. misalnya, penelitian tentang komponen genetik schizophrenia mungkin sangat penting dalam sidang pengadilan tentang kompetensi mental. Hakikat sikap prejudice atau elemen-elemen dasar proses persuasi juga penting bagi pengacara. Penelitian konsumen mungkin mempunyai aplikasi langsung pada kasus tuntutan pertanggungjawaban produk. Dan akhir-akhir ini, penelitian tentang atribusi dan hubungan interpersonal telah diaplikasikan pada undang-undang tentang penggeledahan dan perampasan. Akan tetapi, beberapa bidang penelitian telah menjadi sangat dikaitkan dengan psikologi forensik, dan dalam bagian ini akan dibahas dua bidang, yaitu kesaksian saksi mata dan perilaku juri.

  1. Kesaksian mata

Kesaksian saksi mata sering tidak dapat diandalkan dan tidak akurat, sehingga sering kali orang yang tidak bersalah dinyatakan bersalah atau sebaliknya. Penelitian menunjukkan bahwa ingatan saksi mata dapat terdistorsi dengan mudah oleh informasi yang diperolehnya kemudian.

  1. Perilaku juri

Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana anggota juri memahami bukti dan memproses informasi, bagaimana mereka merespon instruksi dari meja pengadilan, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap jenis argumen tertentu. Anggota juri sering bingung dengan instruksi dari hakim. Satu penelitian menunjukkan bahwa bila pola instruksi yang diberikan kepada juri itu disederhanakan, misalnya dengan menggunakan kalimat aktif, pesannya pendek dan singkat, istilah-istilah hukum yang abstrak lebih dijelaskan, maka mereka mampu menerapkan hukum secara lebih akurat.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Secara konsisten APA mendefinisikan dan menempatkan Psikologi Forensik pada penekanan dalam pengembangan keterampilan klinis yang solid (matang). Meskipun training khusus dalam bidang hukum dan Forensik Psikologi bisa dilakukan, namun kompetensi ini akan berkembang dan dimiliki setelah keahlian di bidang klinis dikembangkan.
Individu yang ingin berkarir di Psikologi Forensik pertama kali harus mengembangkan keterampilan klinis yang kuat baik dalam :

1.    Asessment,

2.    Memahami psikopatologi,

3.    Penulisan laporan,

4.    Wawancara diagnostic

5.    Presentasi kasus.

Psikolog forensik harus diikut sertakan dalam pemecahan kasus kriminal seperti pembunuha, pemerkosaan, pencurian, dan sebagainya, karena kejahatan bisa timbul dari berbagai aspek, baik itu dari segi psikis seseorang maupun niat, oleh karena itu psikolog forensik bisa menjadi detektif dalam penegakan hukum di dunia.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_forensik

http://yannytuharyati.blogspot.com/2009/06/psikologi-forensik.html

http://www.psychologymania.com/2011/09/psikologi-forensik-bagian-dari-kajian.html

http://srireskipsikologi.blogspot.com/2013/03/makalah-psikologi-hukum-forensik.html

Sampingan
0

Jurnal faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik dengan teknologi informasi

 

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik individu. Menurut Rola (2006) terdapat empat faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, yaitu:

1)      Pengaruh Keluarga dan Kebudayaan

Besarnya kebebasan yang diberikan orang tua kepada anaknya, jenis pekerjaan orang tua dan jumlah seta urutan anak dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan prestasi. Produk-produk kebudayaan pada suatu daerah seperti cerita rakyat, sering mengandung tema prestasi yang bisa meningkatkan semangat.

2)      Peranan Konsep Diri

Konsep diri merupakan bagaimana individu berfikir tentang drinya sendiri. Apabila individu percaya bahwa dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melakukan haltersebut sehigga berpengaruh dalam tingkah lakunya.

3)      Pengaruh dari Peran Jenis Kelamin

Prestasi kademik yang tinggi biasanya diindentikkan dengan maskulinitas, sehingga banyak wnita yang belajar tidak maksimal khususnya jika wanita tersebut berada diantara pria. Pada wanita terdapat kecenderungan takut akan kesuksesan, yang artinya pada wanita terdapat kekhawatiran bahwa dirinya akan dilotak oleh masyarakat apabia dirinya memperoleh kesuksesan, namun sampai saat ini konsep tersebut masih diperdebatkan.

4)      Pengakuan dan Prestasi

Individu akan berusaha bekerja keras jika dirinya merasa diperdulikan oleh orang lain. Diman prestasi sangat dipengaruhi oleh peran orang tua, keluarga dan dukungan dari lingkungan tempat dimana individu berada. Individu yang diberi dorongan untuk berprestasi akan direalistis dalam pencapaian tujuannya.

Sedangkan dilain pihak, Soemanto (2006) menyatakan faktor yang mempengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah:

a)      Konsep diri

Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting mempengaruhi prestasi dan tingkah laku

b)      Locus of Control

Dimana individu merasa melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi, yakni dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada pada diri si pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal memiliki kegelisahan, kecurigaan dan rasa permusuhan. Sedangkan ndividu yang memiliki locus of contol internal suka bekerja sendir dan efektif.

c)      Kecemasan yang Dialami

Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dikaitkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar, individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda.

d)     Motivasi Hasil Belajar

Jika motivasi individu untuk berhasil lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.

 

Pada awal abad ini, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi tiga tantangan besar, yaitu: (a) sebagai akibat dari krisis ekonomi, dunia pendidikan dituntut untuk mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai, (b) untuk mengantisipasi era globalisasi, dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global, dan sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan perubahan dan penyesuaian sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman kebutuhan / keadaan daerah dan peserta didik, serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat. Terdapat dua hal penting yang sangat mempengaruhi e-Learning, yaitu: kebijakan pemerintah dibidang penyelenggaraan pendidikan, dan kurikulum.

Ilmu Teknologi yang berkembang saat ini banyak menimbulkan dampak positif dan negatifnya tergantung kita sebagai pengguna teknologinya memanfaatkan teknologi itu seperti apa, apakah untuk hal yang positif seperti untuk menunjang proses pembelajaran kita untuk mencari informasi – informasi untuk pengetahuan sehingga kita mempunyai banyak ilmu dan prestasi akademik kita dapat meningkat atau hanyak untuk hal – hal yang tidak berguna sehingga prestasi yang telah kita dapat baik menjadi menurun karena teknologi yang terus berkembang sehingga kita malas untuk belajar dan hanya fokus bermain dengan teknologi yang ada.

http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/06/faktor-faktor-yang mempengaruhi.html#ixzz2o1woGxvm

http://kasabonline.wordpress.com/2012/04/15/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/

http://journal.unwidha.ac.id/index.php/magistra/article/view/55